Eye-witness by Ni Wayan Shanti Savitri Hari ini aku berjalan menuju ke sekolah, hari yang cukup panas sehingga peluhku menetes walau sekarang baru jam 6.30 namun cuacanya sekarang panas. Aku sangat beruntung untuk tidak naik bis ataupun angkot hari ini. Pasti aku jamin aku lebih kepanasan di dalam sana dari pada berjalan kaki. Aaaku melewati sebuah perempatan. Lampu jalanan berwarna merah untuk para pejalan kaki. Aku menunggu sebentar supaya dapat menyebrang. Ketika lampu penyebrangan berwarna hijau aku melai melangkahkan kakiku. Bersama pejalan kaki yang lainnya aku menyebrang. Akuu berjalan di belakang seorang Ibu-ibu berserta anaknya. Sebuah mobil berkecepatan tinggi langsung menabrak mereka berdua. Tubuh mereka terlempar ke arahku namun aku tak terkena dampaknya. Aku hanya memperhatikan kejadian tersebut. Seluruh warga segera membantu kedua korban itu. Aku melangkahkan kakiku meninggalkan tempat itu. Sepertinya sang pelaku sudah pergi melarikan diri. *** S...