Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari 2015

tentang Vaisya Varna

Vaisya Varna Pengertian Vaisya Varna Waisya merupakan varna yang ketiga dalam susunan catur Varna. Kata waisya atau vaisya berasal dari bahasa sansekerta dari urat kata “vie” artinya bermukim di atas tanah tertentu. Kemudian berkembang menjadi kata waisya yang artinya golongan pekerja atau seorang yang mengusahakan pertanian. v Vaisya Dalam Sastra Slokantara. 37 Vaicyah krsivalah karyo gopah, sasya bhrtwratah wartayuko, grhopatah ksetrapalo ‘tha Vaisyajah. kalingannya, karyaning sang Waisya, masawahsawah rumaksa ring lembu,   dhumaranang pari, maka sahaya wuluku, kahanannya umunggah ringgarha kathanyan. Ksetrapala ngaranya rumaksa sawah. Yeka waisya sasana, ling Hyang Aji. Artinya : Orang waisya harus bekerja sebagai petani, pengembala, pengumpul hasil tanah bekerja dalam lapangan perdagangan dan mempunyai hotel-hotel dan rumah penginapan. Orang yang lahir di keluarga Waisya itu lahir sebagai pelindung lading . pekerjaan seorang Waisya ialah peladang, memelihara...

Kategori cerpen : KEDIS (bahas bali)

KEDIS BY NI WAYAN SHANTI SAVITRI montor jazz mereren ring ajeng sekolah, raris wenten anak bajang tuun sakeng montor   punika. Putu Puri keto anake nyambatang ring anak eluhe ento, ia masekolah ring SMA N 1 kelas XI IPA2. ''Puri tusing sibuk jani?'' pitaken Gusti Ayu Cempaka ''ten Tiayu, pun napi?'' ''Puri nyak nyarengin lomba drama? Tim tiang'e kirangan timpal'' ''tiang ten mresidayang nika Tiayu'' ''beeh, milu ja, Puri Dueg ngae puisi ajake ngae naskah, tulungin je tiang nah?'' ''nggih nggih tiang jagi nyarengen'' pesaut Puti Puri ''suskma Puri, suksma'' mesaut Tiayu sambilanga ngelut Puri ''inggih inggih mawali'' Bel sekolah masuara raris para sisiane ngeranjing ke kelasnyane suang suang. Puri ngemanahin napi sane kabaos inuni,lan napi sane lakar kabaosang ajak reramane. Sesampune budal raris Puri mebebaosan sareng memen...

Surat Cinta Untuk OSIS

Nah kali ini saya bakalan ngasih beberapa tips atau petunjuk untuk membuat surat cinta buat kakak osis tips 1 jika kamu anak yang biasa saja alias jalanin ya jalanin aja Kamu akan membuat puisi cinta biasa buat surat yang akan kamu berikan kepada kakak kelas. Tips 2 ini cukup nyesek, yaitu masukin kertas dengan tulisan ''terlalu berharap'' lalu masukin ke dalam amplop Tips 3 jika kamu anak yang punya sedikit masalah dengan kakak osisnya berikan saja kakaknya amplop kosong serta surat bencimu, jika kamu disuruh bawa coklat, makan dulu isinya lalu masukin apa saja ke bekas bungkusan coklat mu, lalu bungkus lagi dengan rapi berikan ke kakak osisnya Tips 4 jika kamu memang anak yang kurang puas dengan tips sebelumnya maka hal ini patut dicoba atau ditambah ke tips lain, yaitu masukin amplop kecil ke amplop yang besar lalu masukin amplop itu ke amplop yang lebih besar lakukan hal tersebut berulang kali sampai sesuai keinginanmu lalu berikan kepada kakak os...

Kategori cerpen : Eye-witness

Eye-witness by Ni Wayan Shanti Savitri Hari ini aku berjalan menuju ke sekolah, hari yang cukup panas sehingga peluhku menetes walau sekarang baru jam 6.30 namun cuacanya sekarang panas. Aku sangat beruntung untuk tidak naik bis ataupun angkot hari ini.  Pasti aku jamin aku lebih kepanasan di dalam sana dari pada berjalan kaki. Aaaku melewati sebuah perempatan. Lampu jalanan berwarna merah untuk para pejalan kaki. Aku menunggu sebentar supaya dapat menyebrang. Ketika lampu penyebrangan berwarna hijau aku melai melangkahkan kakiku. Bersama pejalan kaki yang lainnya aku menyebrang. Akuu berjalan di belakang seorang Ibu-ibu berserta anaknya. Sebuah mobil berkecepatan tinggi langsung menabrak mereka berdua. Tubuh mereka terlempar ke arahku namun aku tak terkena dampaknya. Aku hanya memperhatikan kejadian tersebut. Seluruh warga segera membantu kedua korban itu. Aku melangkahkan kakiku meninggalkan tempat itu. Sepertinya sang pelaku sudah pergi melarikan diri. *** S...

kategori cerpen : If We Just As Friend

If We Just As Friend by Ni Wayan Shanti Savitri (pict from google) Hari itu Aku dan teman - temanku pergi ke sebuah rumah makan. Kita tertawa dan bergembira. Mengenang masa kanak - kanak. Disaat kita bermain lumpur, kejar kejaran , disaat kita saling mengejek dengan wajah dibuat aneh serta  1000 tingkah khas anak - anak. Aku menatap wajahmu yang sekarang bertambah dewasa. Aku tetap menganggapmu sebagai teman. Hingga sekarang gaya bicaramuu sama, gaya rambtmu sama dan senyumanmu juga masih sama seperti dulu. Senyuman tulus yang selalu kau tunjukkan kepada semua orang. Senyuman yang dapat membuatku ingin terus berada di sisimu, yang dapat membuatku ingin menjaga senyuman itu tetap terpatri di wajahmu. Mungkin ini yang dinamakkan dengan sayang atau cinta atau mungkin bisa jadi ini rasa ingin melindungi antar teman. Eitss tunggu dulu kenapa akhirnya rumusan tentang rasa ini berakhir di teman? Mungkin ini disebabkan karena Aku menjaga jarak atau mungkin karena aku takut ...

Kategori cerpen : What I Think About My Neighbourd

 What I Think About My Neighbourd  by Ni Wayan Shanti Savitri aku memandang ke luar jendela. Hari ini adalah hari pertama libur semester 1, kalau dipikir pikir aku mau ngapain ya? Kalau jalan jalan sama siapa? Sepupu dan saudaraku sudah pada kerja apalagi salah satu sepupuku sudah menikah beberapa bulan lalu. Kalau teman teman, ah palingan mereka sibuk dengan pekerjaan sampingan mereka. Sejak sebulan yang lalu mereka mencari cari lowongan pekerjaan. Dan beberapa dari mereka dapat dan beberapa tidak. Kalau aku pergi ke rumah teman terdekatku, palingan yang terjadi bakalan bensinku yang terkuras, yah jarak rumahku cukup jauh, dan teman temanku itu ada waktu pada saat menjelang sore biasanya sih kami main futsal saat itu. Alamat rumahku di antara dua rumah dan ditepi jalan. Cukup mudah diingat tapi susah dicari. Masuk gang sini, masuk gang sana. Haduuh cukup ribet sih, kalau cari anak tetangga mainannya pasti boneka bonekaan. Tetanggaku kebanyakan anak ce...