Kayaknya udah lama ya
Shan gak nongol? Hehe… kali ini Shan bakalan ngebahas soal salah satu film
adaptasi dari sebuah komik.
Yep! Hibiki adalah
film yang diadaptasi dari komik yang berjudul Hibiki : Shousetsuka ni Naru Houhou
Sinopsis
Hibiki Akui seorang
gadis 15 tahun yang sensitive memiliki talenta menulis yang baik. Ia tumbuh di
keluarga biasa, ayahnya seorang pegawai negeri dan sang ibu mengurus rumah
tangga serta seorang kakak laki-laki yang sedang belajar di sebuah universitas.
Suatu hari majalah
literatur Mokuren menerima sebuah naskah novel Otogi no Niwa (the fairytale garden)
milik Hibiki Akui. Novelnya masuk ke dalam kandidat penghargaan pendatang baru
Mokuren namun karena novel tersebut ditulis tangan jadi di taruh pada tong
sampah. Editor Fumi Hanai yang melihat novel itu langsung tertarik dan
membacanya.
Pemain
Yurna Hirate sebagai
Hibiki Akui
Keiko Kitagawa sebagai
Fumi Hanai
Ayaka Wilson sebagai
Rika Sobue
Masanobu Takashima
sebagai Masanori Kanda
Yuya Yagira sebagai
Kohei Tanaka
Yukiya Kitamura
sebagai Hitoshi Kijima
Toru Nomaguchi sebagai
Hiroaki Yano
Kazushige Komatsu
sebagai Hiroshi Fujino
Daisuke Kuroda sebagai
Masato Otsubo
Mizuki Itagaki sebagai
Ryotaro Tsubaki
Eisaku Yoshida sebagai
Akihito Sobue
Shun Oguri sebagai
Shunpei Yamamoto
Hibiki ditayangkan
pada tahun 2018, yep! Setahun lalu jadi film ini lumayan baru.
Meski tokoh utamanya
adalah siswi 15 tahun, namun masalah utama dari film ini bukan hanya tentang
masalah remaja.
Film ini fokus kepada
Hibiki Akui-sang tokoh utama serta beberapa penulis dan editor yang ada di
sekitarnya.
Selain Hibiki
menurutku karakter yang sering muncul disini adalah Fumi sang editor, yang
menangani naskah dari Hibiki serta teman sekaligus rival Hibiki, Rika Sobue.
(Spoiler alert!)
Oke, film ini tidak
ada bumbu romantisnya sama sekali, kugarisbawahi tidak ada hubungan romantis,
sekalipun terdapat dua tokoh pemuda SMA yang dekat dengan sang tokoh utama.
Hibiki sebagai tokoh
utama memiliki sifat yang terlalu terus terang dan tidak ambil pusing.
Sepanjang film ini penggambaran paling mencolok dari Hibiki ialah.
“sebelum aku disakiti,
aku akan menyakiti mereka duluan.”
Jadi di dalam film
ini, Hibiki banyak melakukan ‘kekerasan’ seperti memukul atau melempari
seseorang dengan barang jikalau ia rasa orang itu salah dan
bermasalah. Ia selalu menganggap perkataan orang dengan serius, misalnya pada
candaan, dari Tanaka yang mengatakan bahwa ia akan membunuh Hibiki.
Jadi Hibiki yang saat
itu kesal dengan sikap Tanaka langsung menggebuknya dengan kursi. BTW, Tanaka
sempat mengatakan bahwa karya Hibiki jelek-dan Hibiki tidak menerimanya karena
Tanaka belum pernah membaca The Fairytale Garden (novel Hibiki). Jadi menurut Hibiki
ia tidak boleh berpendapat seperti itu.
Mungkin karena yang
menjadi Hibiki disini adalah Hirate-acenya keyakizaka46, yang terkenal dengan
idol pemberontak (yang bahkan hampir tak ada sisi manisnya) maka adegan
pukul-memukul jadi terlihat seru dimataku (Ahay).
Film Hibiki
menceritakan lika-liku perjalanan seorang penulis. Bagaimana rasanya menjadi
bayangan dari orang tuamu, menjadi seorang penulis selama 10 tahun dan tak
dapat menghasilkan sesuatu yang wah.
Jadi gais, jadi
seorang penulis itu enggak gampang, disini kalian bisa lihat bagaimana perasaan
seorang penulis, ketika ia diremehkan, stressnya membuat sebuah cerita dan
dijadiin mainan sama beberapa orang.
Hm…
Menurutku salah satu
adegan terkampret disini adalah ketika Hibiki jatuh dari atap sekolah
Dan dia hanya bilang
“Ah...” dengan wajah super datar.
Aku tidak bisa
mengomentari terlalu jauh mengenai kecocokan karakter dengan pemainnya, karena
sejauh ini aku menikmati film Hibiki meski gak ‘wah banget’.
Jadi… Hibiki bisa
menjadi camilan kalian diakhir pekan. Ada banyak hal yang bisa kita petik di
film ini.
Bagi kalian yang udah
pernah nonton film ini gimana? Atau mungkin pernah baca manganya, Mari kita
berbagi pendapat!
See ya!
Shan, bocah yang lagi
OTW skrip si(h)









Komentar
Posting Komentar