Langsung ke konten utama

kategori cerpen : Because they learn about love ver. 3

Because they learn about love ver. 3

by ni wayan shanti savitri



''maaf ya aku lagi sibuk'' Verly menatap Soni yang memakai baju basket.
''ya gue ngerti kok'' kata Verly sambil tersenyum
''gue cuman mau bilang mulai hari ini gue akan sibuk mempersiapin diri gue yang ikut OSN provinsi''
''good luck''
''Lo juga good luck'' Verly lalu Meninggalkan gedung olahraga.

Malamnya Verly sibuk menyalin materi yang tadi pagi diberikan oleh Kak Budi, biasanya sih Soni udah ngirim sms jam segini namun akhir akhir ini dia jarang memberi kabar. Mungkin tuh anak lagi capek,  sehabis latihan dia Langsung tidur nyenyak. Verly mengirim sms singkat
''malam Soni, tidur yang nyenyak ya!'' Verly lalu menghempaskan dirinya ke kasur dan menutup matanya.

Pagi harinya Verly melihat wajah Tia yang pucat.
''Tia Lo kenapa?'' tanya Verly
''kemarin hujan deres, dan aku ya kebasahan'' Tia lalu bersin,
''kalo lo gini mendingan Lo nggak ikut olahraga deh'' kata Verly.
''nggak, nggak aku harus ikut  olahraga''
''tapi kondisi Lo...''
''hei semuanya ayo ke lapangan!!!'' teriak  Gil si ketua kelas. Tia bersikeras untuk tetap ikut olahraga walau Verly melarangnya. Dan sebagai akibatnya Tia pingsan waktu tes lari. Gil, husman, dan Soni (kebetulan jadwal olahraga mereka sama) mengangkat tubuh Tia dan membawanya ke UKS, tentu saja sebagai sahabat Verly ikut.
''kami duluan ya'' kata Gil dan Husman
''kamu nggak balik?'' tanya Soni
''nggak Gue mau disini jagaiN Tia''
''tapi kamu kan sekarang ada tes, biar aku saja yang jagain, lagi pula gara-gara aku dia jadi sakit begini'' kata Soni sambil mendorong tubuh Verly keluar UKS,
''tapi-''
''Verly! Ayo cepat! Sekarang giliranmu!'' teriak Anna, dengan terPaksa Verly meninggalkan Soni dan Tia, 'ngapain mereka kemarin?' tanya Verly dalam hati sembari mengingat perkataan Soni ''...gara gara aku....''

Setelah selesai olahraga, Verly segera pergi ke UKS buat melihat keadaan Tia, dia nggak berlari setelah dekat dengan UKS dari balik kaca yang agak kotor Dia melihat seorang seorang cowok memegang tangan Tia sesekali menciumnya, cowok tersebut masih memakai baju olahraga.  'apa mungkin dia Soni?' tanya Verly, dadanya langsung sesak dan tertancap jarum, seseorang menarik tangannya dari belakang,
''Vei? Ada apa?'' tanya Verly
''dari tadi aku nyariin kamu,  sekarang kita disuruh pergi ke lab''
''pembinaan?''
''Vei!!! Verly!!!'' teriak Kak Budi,
''ayo cepet! Tuh kak Budi udah manggil'' kata Vei sambil menarik tangan Verly. Menjauh dari tempat tersebut.

selesai pembinaan Verly masuk ke dalam kelasnya, dan melihat Tia sudah duduk di bangkunya.
''Tia!'' kata Verly sambil duduk di kursi sebelah Tia, sedangkan Tia terkejut dengan kedatangan VerlY yang terkesan buru-buru dan cepat.
''kemarin apa yang kalian lakukan?''tanya Verly to the point
''kami? Maksudmu?''
''Lo dan Soni apa yang terjadi dengan kalian kemariN?'' Tia diam sejenak sepertinya dia sedang berfikir
''cuman pulang bareng, kemarin kan latihannya sampai malam'' jawab Tia
''sampai jam setengah sembilan malam?'' Verly ingat kemarin jam segitu baru Turun hujan.
''bener... Kalau nggak percaya tanya sendiri padanya''
''hm... Yaudah deh aku percaya, kalian cuma pulang bareng saja kan?''
''iya bener'' Verly merasa bahwa Tia berbohong.

''hei kemarin kalian lihat nggak latihan cheersnya? Gaya mereka bagus dan hot banget'' Verly yang mendengar suara tersebut langsung menengok ke sumbernya
''eh... Emangnya dari mana Kamu tau?''
''aku kan ikut pantau latihan cheers sama basketnya, sekertaris OSIS gitu''
''permisi, kemarin latihan cheers sama baSketnya sampai jam berapa?'' tanya Verly,
''kalau nggak salah jam 6 sih''
''nggak malem?''
''nggak kok''
''kemarin Tia pulang sama siapa?'' tanya Verly lagi
''Sama Soni'' jawab cewek itu. Jleb, dada Verly seperti ketiban batu besar dengan berat berton ton, bel pulang pun berbunyi. Verly segera mengemas peralatan tulisnya. Dia melihat ke arah depan, tepatnya ke bangku Tia. Cewek terSebut terlihat tergesah gesah memasukan buku dab alat tulis. Biasanya dia orangnya berhati hati dan rapi, namun baru kali ini dia melihat Tia memasukan Barangnya dengan asal-asalan. 'mungkin dia ada janji dengan seseorang tapi siapa?' tanya Verly dalam hati. Ketika Tia Pergi ke luar kelas, diam diam Verly mengikutinya. 'kelihatannya dia seperti memastikan sesuatu tidak mengikutinya atau berada di dekatnya' Batin Verly ketika melihat gerak gerik Tia. Verly mengikutinya sampai ke tempat parkir. Tia lalu menghampiri Soni, mereka berbicara sejenak lalu keduanya pergi dari Sekolah dengan menggunakan motor Soni. Ketika melihat kejadian tersebut. Verly langsung merasa lesu, seperti kehilangan hal yang paling penting di hidupnya. Nafasnya sesak. 'apa jangan-jangan mereka balikan lagi? Dulu mereka adalah sahabat dari kecil, bahkan mereka juga pernah pacaran, mungkin saja Soni memilih Tia lagi' pikirnya.
''Verly!'' teriak Vei, verly berbalik menatap Vei
''hei sekarang ada... Kenapa denganmu? Kau habis menangis?'' tanya Vei ketika melihat wajah Verly. ketika sampai di rumah Verly langsung menelepon Soni, namun tidak bisa nyambung.

keesokan harinya Verly pergi ke kelasnya Soni,
''Jack Lo liat Soni nggak?'' tanya Verly
''tadi aku liat dia pergi bersama cewek berambut lurus'' jawab Jack dia melirik ke sebuah kotak yang dibawa ama Verly. 'Tia' batin verly
''happy valentine days ya, walau aku bukan cowokmu tapi nggak apa kan kalau memberimu ucapan itu?''
''nggak kok, Happy Valentine juga'' kata Verly lalu pergi. Dia berjalan di lorong sekolah. Dia meliha banyak sekali adegan romantis khas valentine
Dia pergi ke pojok sekolah untuk menenangkan diri. Di tempat yang sepi tersebut dia melihat Soni dan Tia berbicara sambil membawa sebuah Kotak hadiah, Tia memberikan kotak hadiah kepada Soni, Begitu juga sebaliknya. Mereka terlihat sangat bahagia, terutama Soni, dari jauh dia dapat melihat semburat merah di pipi Soni ketika Tia mengatakan 'wah bagus sekali' walau agak jauh Verly dapat mendengarnya sedikit.
''enak banget dapat Kado'' kata Verly sambil berjalan ke arah mereka. Keduanya langsung terkejut mereka terlihat bingung.
''Ver aku bisa jelaskan ini cuman biasa kamu tau kan sahabat?'' kata Tia
''heh? Jelaskan? Udah, gue udah ngeliat penjelasan kalian kok''
''Ver jangan gitu kamu itu salah paham'' kata Kata Tia lagi
''oh jadi begini ya permainan Lo, Bagus juga, tapi sayangnya Lo terlalu pengecut mainnya dibelakang''
''emangnya kenapa? Bukannya kamu juga sebenarnya nganggep aku sebagai tempat pelarianmu? Kamu nggak beneran sayang aku kan? Coba kalau ada Dimas disini, kamu bakalan pilih siapa?''
PLAK! Verly menampar pipi Soni.
''cih lemah, sama kayak mantannya dulu'' kata Soni meremehkan
''Lo itu ya!'' Verly sudah tak tahan lagi ''JAHAT!'' kata Verly sambil pergi dari tempat tersebut.
''Son sakit ya?'' tanya Tia sambil memberikan Soni tissu, dia menerimanya dan mengelap darah yang menetes dari mulutnya

Verly menangis di toilet, hatinya sakit ketika melihat kejadian itu. Sungguh sakit. wajahnya basah, dia memutuskan untuk pulang sekarang juga karena dia tak akan konSentrasi nanti dalam belajar.
 ''eh Verly kamu mau kemana?'' tanya Gil
 ''gue mau pulang, Bosen liat mereka'' jawab Verly ketus, Gil diam sejenak. Dia sepertinya terkejut. ''gue cabut dulu'' kata Verly sambil berjalan keluar kelas.

Verly berjalan menuju ke parkiran, tiba-tiba saja seseorang menutup matanya dari belakang.
 ''siapa nih sih?! Lepasin nggak?!'' kata Verly ''ta-da!'' kata Soni, Verly membuka matanya. ''WOW i ini???'' Verly terkejut, ada banyak sekali bunga mawar di motornya, Soni lalu memberikan sebuah kotak kepadanya, lalu dia teringat lagi dengan kejadian sebelumnya. ''Soni... Lo... Nggak selingkuh kan sama Tia? kenapa ponsel Lo nggak aktif? Lo sama Tia pergi kemana aja? Truss yang tadi....'' tanya Verly, ''itu... Sebenarnya....'' Soni terlihat ragu untuk menjawab. ''sebenarnya Kami pergi membeli hadiah buat kamu'' kata Tia sambil mendekati mereka bersama Gil. ''sewaktu habis  latihan basket, Soni bersikeras minta ditemenin beli hadian buat kamu, dia bilang dia punya honor dari sebuah majalah, dia kan fotografer'' kata Tia ''masalah ponselku itu, ya karena Kehujanan tuh benda langsung rusak'' kata Soni, ''coba buka hadiahnya aku penasaran'' kata Gil. Verly membukanya, sebuah kalung liontin yang indah. ''indah banget....'' kata Verly
''sorry buat yang tadi, aku cuman akting aja, kalau nggak nantinya pasti kamu nggak terkejut seperti ini'' kata soni

''makasi....'' Verly memeluk Soni, dia lalu menatap ke arah Tia . ''truss yang megang tangannya tia di UKS itu siapa?'' Tanyanya, Tia langsung menyikut Gil, ''itu... Sebenernya aku...'' kata Gil, dengan gugup. ''ow.. Itu artinya ada pasangan baru di kelas'' kata Verly ''minta PJ-nya kalo gitu'' kata Soni sambil tersenyum jahil. ''apa?! enak saja! Uangku udah habis buat beli kado'' kata Gil.





Terimakasih telah membaca karya ini
spesial thanks untuk Mingming teman sebangku gua kalau nggak ada dia nih cerita tidak bakal lahir :D
oh ya untuk ver 1 masih dalam laptop untuk ver 2 tidak saya terbitkan ^-^


Komentar

Postingan populer dari blog ini

lirik lagu Blessing + terjemahan

pada awalnya aku sedikit bingung karna ada 13 bahasa maaf kalau ada yang salah. ini pakek google transelet nah langsung to the point, ini dia  lirik Blessing ~World Edition~ Lyrics: Blessings for your birthday Blessings for your everyday Saigo no ichi-byō made mae o muke Muitos rótulos vai receber e mesmo se tentar mudar O valor que vão dar a você ocupará esse lugar "Nascondi tutto ciò che sai in te, anche quello che non pensi mai" Quelle parole un tempo feci mie, e cercai di non lasciarle più Oh… It’s time to get up deungbul-eul kkeobeoligi jeon-e neo Oh… It’s time to get up balmit-eul han beon bichwobwa Kung susubukan mo lang na pagmasdang mabuti Saikō no mikata ga utsutterudesho? Det är det som visar att livet finns där Blessings for your birthday Blessings for your everyday Aunque el mundo se pueda acabar, disfrútalo Blessings for your birthday Blessings for your everyday Zhídào zuìhòu de yī miǎo wǒ yě huì táitóu xiàn...

Tentang Novel : Garis Waku by Fiersa Besari

  Judul : Garis Waktu Penulis : Fiersa Besari Penerbit : Media Kita Tahun terbit : 2016 Blurb : Pada sebuah garis waktu yng merangkak maju, akan ada saatnya kau bertemu dengan satu orang uang mengubah hidupmu untuk selamanya. Pada sebuah garis waktu yang merangkak maju, akan ada saatnya kau terluka dan kehilangan pegangan. Pada sebuah garis waktu yang merangkak maju, akan ada saatnya kau ingin melompat mundur pada tiitik - titik kenangan tertentu. Maka, iklaskan saja kalau begitu. Karena sesungguhny, yang lebih menyakitkan dari melepaskan sesuatu adalah berpegangan pada sesuatu yang menyakitimu secara perlahan. POV : Sudut pandang orang pertama Alur : Alur cerita maju Tema: sesuai dengan apa yang ada pada blurb, kita pasti bisa menebak bahwa cerita ini tentang cinta atau romansa, yang mungkin tidak bisa dibilang begitu manis. Konflik : Konfliknya tidak banyak melebar, fokus pada satu konflik yaitu hubungan antara 'aku' dan 'kamu' Keterangan dari penulis (yang berusaha u...

Sasame yuki terjemahan

 Terjemahan lagu Sasame Yuki Cahaya hujan salju ... Jika tidak ada yang akan bekerja untuk saya Lalu aku akan memegang tangan Anda erat Tidak ada yang bisa dilakukan jika saya menangis Mungkin Anda akan mengatakan sesuatu tentang hal itu Aku pura-pura menjadi sangat patuh Berbalik ke arah sudut jalan Jika air mataku terlihat, maka saya akan kehilangan Merenungkan diam-diam sendiri Anda pasti Akan mengejar saya Akan menelepon saya nama saya juga Tanpa melihat ke belakang, saya tunggu Tapi Anda membiarkan saya meninggalkan Cahaya hujan salju Robekan kesedihan menjadi potongan-potongan Angin bertiup utara Biarkan anak-anak menjadi lebih kuat dengan kesederhanaan Biarkan semuanya mencair di sini dengan Menyesali Karena kenangan selalu Jadi, begitu indah Sampai wajah dan rambut saya basah Dan aku lupa tentang menjadi dingin Salju Light Menyesali Sepertinya itu akan berhenti, tetapi tidak berhenti Seperti hujan yang hanya hujan setengah Cinta yang buruk yang membuat orang menyerah S...